Thursday, November 27, 2014



Image courtesy of yukpegi.com

Suku Sasak merupakan suku asli di Pulau Lombok yang hidup sejak ratusan tahun silam. Kehidupan suku Sasak sarat dengan nilai adat istiadat beserta upacara-upacaranya. salah satu upacara adat yang masih dipraktekkan oleh suku Sasak adalah metulak. Meskipun kini prosesi metulak tidak dilakukan secara utuh, namun upacara ini masih sering digelar, khususnya oleh penduduk pedesaan.

Metulak dari awalan “me” dan kata “tulak”. Awalan “me” biasa digunakan orang Sasak untuk kata apapun, sedangkan kata “tulak” bermakna kembali, sehingga arti dari kata metulak adalah mengembalikan. Orang Sasak sering menyebut metulak sebagai upacara tolak bala, untuk menolak hama, penyakit, atau gangguan roh jahat. Belum ada sumber yang menyebutkan kapan pertama kali upacara metulak digelar. Namun, berdasarkan tradisi lisan, metulak pertama kali digelar oleh leluhur Sasak yang tinggal di desa Pujut, Lombok Tengah

Pelaksanaan upacara metulak diistilahkan dengan besentulak. Semula upacara ini adalah tradisi leluhur praIslam, namun dalam perkembangan kemudian pengaruh Islam mulai masuk. Berdasarkan pengaruh Islam tersebut, maka kini pelaksanaan besentulak umumnya diisi pembacaan barzanji, yaitu syair-syair yang berisi pujian kepada Nabi Muhammad SAW, bukan mantra-mantra seperti zaman dulu. Meskipun demikian, ritual leluhur praIslam tersebut masih tampak dari syarat-syarat dan makna simbol yang mengiringi pelaksanaan besentulak

source: http://www.kaskus.co.id/thread/546e83a60e8b46e501000002/?ref=homelanding&med=hot_thread

0 comments:

Post a Comment